Dystopia

Image Image Image

Hello, again. πŸ˜€ Dari gambar-gambar di atas, kalian pasti udah ngira-ngira nih apa yang bakal aku bahas. Apalagi judulnya yang mungkin belom pernah kalian dengar atau baca sebelumnya (karena aku nemu kata ini juga gak sengaja hihi) Gambar-gambar di atas itu semua novel series. Gambar pertama ada Divergent yang filmnya baru aja released, Insurgent, sampai Allegiant yang baru officially terbit taun lalu. Gambar kedua ada trilogy The Hunger Games, mulai dari The Hunger Games nya sendiri yang udah bikin kita terpana sama kerennya film ini, sampe Catching Fire yang gak kalah keren dan bikin penasaran, dan Mockingjay yang bakal release akhir taun ini buat part 1 nya dan part 2 nya yang bakal dirilis akhir tahun 2015 (kabarnya). Gambar ketiga ada The Maze Runner yang filmnya bakal tayang 2014 ini, The Scorch Trial, dan The Death Cure. Nah tau kenapa aku kasih gambar ini? Mereka-mereka ini adalah novel kece. Wkwk emang dari sembilan buku itu yang aku baca baru Catching Fire sama Mockingjay, sama Divergent sama insurgent wkwk, tapi aku yakin mereka semua adalah novel kece karena mereka ada di genre yang sama. Dan aku udah jatuh cinta sama genre itu. Kalian mungkin mikir, genre apaan? Well, buat film The Hunger Games, Catching Fire, Divergent, sama The Maze Runner tu mereka dapet genre film yang sama namanya Adventure, Action, dan Science Fiction. Aku nggak tau pasti sih di novel ada genre kayak gini apa enggak, tapi yang pasti, kabarnya sih novelnya bukan genre itu. Genrenya namanya sesuai judul post ku kali ini, yaitu Dystopia. Genre novel ini ternyata udah terkenal banget, dan udah banyak yang tau sih sebenernya. Udah banyak penulis maha karya yang ngelahirin novel genre ini, ya termasuk Veronica Roth, James Dashner, dan Suzanne Collins. Kalau Utopia digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi ideal yang biasanya fiksional dari masyarakat. Maka dystopia adalah kebalikannya. Dystopia berasal dari kata Yunani, dys, yang artinya sakit atau jelek, dan topos yang artinya tempat. Menurut wikipedia, dystopia adalah sebuah visi, biasanya tentang masyarakat masa depan, yang berkembang sebagai versi negatif utopia. Setelah aku baca banyak web dari bantuan google, dan melihat alur The Hunger Games dan Divergent serta The Maze Runner, aku memiliki sebuah pengertian buat diri aku sendiri. Jadi dystopia itu genre untuk kenyataan yang buruk dan bener-bener unreal tapi yang berkaitan dengan peraturan pemerintah dan semacamnya, jadi sesuatu yang udah ditegakkan dengan alasan tertentu. Kalo menurutku lho yaaa hihi Begitu aku tau tentang genre ini, aku yakin banget kalo aku jatuh cinta sama genre ini. Namanya aja udah bagus banget gitu wkwk dan yang pasti, genre ini tu bener-bener bikin deg-degan, menegangkan dan pastinya bikin penasaran. Dari yang aku baca, orang tua dari 3 novel bersambung di atas adalah Battle Royale. Jadi Battle Royale ini tu karangan Koushun Takami, orang Jepang berkewarganegaraan Inggris, di mana novel ini terbit officially taun 1996 dan udah dibikin film taun 2000 kemaren. Kabarnya novel ini tu lebih menegangkan dan lebih seru daripada The Hunger Games. Tapi berhubung aku belom baca dan aku belom nonton, jadi yaa aku belom bisa kasih review. Tapi ini tentang anak sekolahan yang harusnya mau seneng-seneng study tour tapi malah dibawa ke suatu tempat yang namanya Battle Royale trus disuruh membunuh satu sama lain. Nggak tau juga sih, aku juga cuma baca dari web tetangga. Wkwk. Wah tulisanku makin nggak jelas, mungkin efek ngantuk. Atau mungkin efek liburan yang udah mau habis (udah habis, tinggal sehari). Tapi intinya, ini genre yang menyenangkan dan menarik untuk dibaca. Ya bukan menyenangkan yaa, tapi bisa dinikmati sih kalo aku hihihi. Aku sebenernya pengen baca banyak novel tentang genre ini, apalagi yang bersambung-bersambung gitu. Tapi apadaya, tidak ada waktu dan aku masih menimbun novel sih. Contohnya The Fault in Our Stars nya John Green yang belom sempet aku baca gara-gara susah memahami bahasa Inggrisnya. Well aku niat banget emang baca novel ini soalnya emang katanya sih bagus BANGET. Aku juga belom tau sih, baru baca satu chapter udah panas otaknya wkwk. Ada Kinsella’s judulnya Can You Keep A Secret. Chick-lit. Menarik sih sebenernya, tapi aku baru baca dua atau tiga chapter. Kertasnya kertas koran sih, jadi bikin males baca. Wkwk. Trus ada The Graveyard Book nya Neil Gaiman. Banyak yang ngefans sama penulis satu ini. Jadi pengen baca. Tapi ya itu. Belom sempet wkwk dan masih banyak buku lainnya *yawn* Well, udah makin nggak jelas wkwk oke see u di post selanjutnya yaa πŸ˜€ keep reading muahh :*

Advertisements

11 thoughts on “Dystopia

  1. Saya tahu istilah dystopia juga dari The Hunger Games, hehe. Gila emang efek trilogi Suzan ini ya.
    Menurutmu, pemaknaan genre dystopia di the hunger games hanya dititikberatkan pada setting distrik 12 saja atau Capitol scra keseluruhan? Yg saya tangkp sejauh ini dri novel maupun film, distrik paling miskin it distrik 12, entah 11 distrik lainnya.

    Atau mungkin pemaknaan dys- lebh kepada sistem pemerintahan Panem yg kayaknya menempatkan distrik2 sebagai tempat2 budak pekerja? Melihat 12 distrik di Capitol punya penghasilan khas masing2, distrik 11 untk hasil agrikultur, dan 12 untk coal?
    Senang kalo bisa diskusi soal novel ini, salam kenal :).

    1. Halo, salam kenal πŸ™‚ Kalau menurut saya, dystopia yang ada di trilogi ini tu dari Capitol nya yang memang sudah ada penerapan permainan seperti itu setiap tahunnya. Dan mungkin sistem pemerintahan Panem dapat dikatakan sebagai salah satunya, karena menempatkan distrik-distrik atau membeda-bedakannya.
      Tapi setau saya, cerita-cerita seperti ujung-ujungnya survival, atau bisa juga memberontak untuk lepas dari kekangan pemerintah.
      Itu yang saya tau. Mungkin kakak pernah baca atau nonton trilogi DIvergent? Itu sedang booming sekali saat ini πŸ™‚ atau mungkin novel distopia yang sudah berumur seperti 1984 karya george orwell

      1. kalo divergent saya belum baca. cuma baca beberapa review tentang buku itu. kayaknya hampir seragam ya. nah, George Orwell ini, saya udah penasaran banget pengen baca dari jaman dulu, hehe. tapi sampai sekarang masih belum juga kesampaian. di tokbuk juga udah ada cetak ulangnya.

        juga pernah baca, ternyata 1984 orwell ini terinspirasi sama novel We-nya Yevgeny Zamyatin. selain dystopia, kamu juga suka genre surealis jg nggak? semacam buku-buku Haruki Murakami?

      2. ohh, divergent recommended banget kak kalau menurut saya. karena mungkin saya suka sekali sistem yang ada kaitannya dengan psikologi seseorang.
        saya juga sudah punya bukunya george orwell, tapi saya belum sempat baca hehe
        kalau surealis saya belum pernah denger tuh, kak. kalau kakak lebih ke distopia atau surealis?

  2. Genre-genre dg alur dan tema rumit, meski nggak sepenuhnya paham dg dasar pemikiran2 penulisnya, tapi bisa nyelesain baca buku2 seperti itu kayaknya nikmat aja, XD.
    Cobain kapan2 bca karya2nya Murakami. Yg udah diterjemahin ada Kafka on the Shore, Norwegian Wood, jg 1Q84 (novel ini jg ngambil judul pnya Orwell 1984, :D, tpi tentu sepenuhnya beda isi, hehe)

    1. Iya haha terkadang saya juga bingung dengan pemikiran si penulis, kok bisa mereka punya imajinasi seperti itu. Tapi bagaimanapun juga, saya tetap enjoy membacanya πŸ˜€
      Oh, sepertinya saya pernah liat itu 1Q84 di togamas. Mau saya bawa pulang, tapi ragu-ragu, takut terlalu berat isinya untuk seumuran saya. Hihi

  3. Haloo stephanie tata!
    Saya share yaa post nya (walopun udah setahun yang lalu yaa). Tapi makin kesini genre dystopia emang ngehype bgt yaa!
    Saya juga suka bgt ama tiga film itu; Hunger Games, Divergent & Maze Runner walopun belom pernah baca bukunya satupun! πŸ˜€ πŸ˜€

    1. Hai, Ishaa πŸ™‚
      Iya, genre dystopia semakin berkembang dan bahkan film-film nya menduduki box office. Kalau kamu suka film nya dan kamu doyan sama novel, cobain deh baca bukunya. Dijamin lebih bagus! Hahaha memang ada beberapa cerita yg berbeda, tapi menurut saya tetap disayangkan kalo tidak membaca versi aslinya πŸ˜‰

  4. Hei πŸ™‚ Aku ga suka dystopia. Dor. Canda. Maksudku sih, Dystopia itu emang beneran keren. Alurna menggelitik. Bikin kepo luar binasa. BIkin deg deg ser. Dan endingnya antara rata-rata ga diduga, rada nyebelin, dan kadang kayak kehilangan ketegangannya. Aku penyuka happy ending. Jadi pas baca dua seri di atasn (Hunger Games dan Divergent) aku rada bete. Maksudku, cerita sekeren itu harus diakhiri dengan ending yang agak mengecewakan (buatku doang sih) bikin aku gemes gigit bantal. Tapi tetep sih, aku suka banget sama karya itu. Battle Royale, asal kamu kuat mental, aku yakin kamu gak bakalan apa-apa. Hehe. Soalnya, Battle Royale itu jauh lebih kejam dan sadis daripada Hunger Games. Aku baru baca adaptasi novelnya ke komik sih :p belum dapet versi novelnya. Haha. Daan, walau aku bilang aku ga suka cerita dystopia, aku tetep baca kalo ada yang nyodorin judul dan bilang itu menarik.

    Kalau kamu, sekarang lagi suka dystopia yang mana nih?

    1. Hai, Archanielelsker. Thanks for visiting my blog πŸ˜‰
      Well, aku juga penyuka happy ending. Kita merasakan hal yang sama. Ending dari trilogi The Hunger Games dan Divergent cukup bikin kecewa. Karena kurang nggigit ya jadi kamu gigit yang lain haha
      Kalo sekarang aku lagi nggak baca distopia. Tapi aku saranin 1984 by George Orwell. Happy reading!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s